Bahaya Sewaktu Kita Tidur Dan Posisi Tidur

Inilah Bahaya Sewaktu Kita Tidur Dan Posisi Tidur

Kematian dapat tiba kapan pun, terhitung bahaya sewaktu kita tidur. Manusia habiskan sepertiga dari hidupnya untuk tidur. Karena itu, bukan hal yang aneh jika ada orang yang wafat dalam tidurnya.

Baca Juga: Manfaat Merawat Anak Anjing

Ingin tahu, apa keadaan klinis yang dapat ‘membunuhmu’ waktu tidur? Dan apa yang dapat dikerjakan untuk menghindariinya? Baca keterangan di bawah ini!

Infark miokard

Dikenali selaku penyakit serangan jantung, keadaan ini bisa berlangsung waktu tidur. Menurut Jeffrey H. Johnson, MD, pakar saraf dari University of Tennessee Medical Center di Knoxville, penyakit serangan jantung tersering berasal dari pecahnya plak dan bisa berlangsung secara spontan pada siang atau malam hari.

“Penyakit serangan jantung waktu tidur belum pasti mengakibatkan seorang terjaga. Ada penyakit serangan jantung diam sebab pasien belum pasti rasakan ketidaknyamanan di dada. Kadang, penyakit serangan jantung diam sepanjang tidur bisa bermanifestasi selaku kematian jantung tiba-tiba,” Dr. Jeffrey menerangkan.

Diambil situs Daftar Verse, penyakit serangan jantung berlangsung saat saluran darah ke sisi jantung mampet. Penyumbatan ini dapat menghancurkan beberapa dari otot jantung.

Jika banyak jaringan jantung yang hancur, jantung kemungkinan tidak lumayan kuat memompa darah ke semua badan. Tidak berhasil jantung kemungkinan berlangsung dan mematikan bila tidak selekasnya memperoleh perawatan klinis.

Henti jantung tiba-tiba

Henti jantung tiba-tiba atau sudden cardiac arrest (SCA), berlangsung waktu simpul sinoatrial (yang bertindak selaku alat picu jantung alami) terusik. Keadaan ini berlangsung waktu mekanisme kelistrikan jantung tidak berperan dan mengakibatkan kematian dalam beberapa waktu pertama.

Bila ini berlangsung, saluran darah ke otak menyusut. Henti jantung tiba-tiba dapat berlangsung waktu tidur dan setengah masalah tidak memperlihatkan tanda-tanda saat sebelum gempuran berlangsung. Apa yang dapat dikerjakan untuk menahan kematian?

Menurut Tahmeed A. Contractor, MD, pakar elektrofisiologi jantung medis dari Loma Linda University International Heart Institute, beberapa waktu sesudah henti jantung tiba-tiba, kehilangan darah ke otak akan berlangsung dan mengakibatkan kerusakan otak yang berarti.

Dia merekomendasikan untuk lakukan resusitasi jantung paru (CPR) untuk bikin darah lagi mengucur ke otak sampai bantuan klinis datang.

Aneurisma otak

Dikenali bernama lain brain aneurysm, ini ialah titik kurang kuat pada dinding pembuluh darah di otak. Memiliki bentuk seperti balon tipis yang berisi darah.

Bila desakan bertambah, ‘balon’ ini dapat pecah. Perdarahan dapat berlangsung sepanjang beberapa menit dan mengakibatkan kerusakan pada beberapa sel otak disekelilingnya.

Tidak itu saja, keadaan ini dapat tingkatkan desakan dalam tengkorak dan bisa berpengaruh fatal. Selekasnya mencari bantuan klinis bila kamu atau orang di sekitarmu menyambat sakit di kepala kronis, kejang, atau kehilangan kesadaran.

Central sleep apnea

Central sleep apnea adalah abnormalitas yang mengakibatkan pernafasan stop dan berlangsung berkali-kali waktu tidak sedang sadar diri. Pemicunya ialah otak tidak mengirim signal listrik yang pas ke otot yang mengatur proses pernafasan waktu tidur. Bila central sleep apnea cukup kronis, hipoksemia dapat berlangsung. Ini ialah keadaan di mana kandungan oksigen pada tubuh turun di bawah yang diperlukan. Jika otak tidak sanggup menggugah badan untuk ambil napas, karena itu dapat berpengaruh fatal!

Salah satunya treatment umum ialah menggunakan masker di hidung dan mulut waktu tidur. Untuk buka jalan napas sisi atas, masker dihubungkan ke pompa kecil yang menyuplai udara bertekanan secara terus-terusan.

Sistem ini namanya continuous positive airway pressure (CPAP) dan berperan untuk menahan blokade jalan napas yang dapat memacu central sleep apnea.

Widowmaker heart attack

Sejumlah besar penyakit serangan jantung berkesempatan menggugah korbannya saat sebelum kematian berlangsung. Tetapi, widowmaker heart attack ialah pengecualian. Gempuran ini menutup arteri turun anterior kiri (left anterior descending artery/LAD).

Tempat ini sediakan darah dan oksigen ke semua sisi depan jantung. Bila berlangsung penyumbatan di LAD, karena itu 40 % dari saluran darah jantung terpenggal. Tidak ada penyumbatan yang lain mempengaruhi tempat selebar itu.

“Ini penyakit serangan jantung yang semakin besar dengan resiko kompleksitas yang semakin tinggi. Kompleksitas ini terhitung detak jantung tidak teratur, tidak berhasil jantung, dan kematian tiba-tiba,” ujar Steven Bailey, M.D., profesor kardiologi dari University of Texas Health Science Center di San Antonio.

Gempuran ini berjalan dalam beberapa saat sampai beberapa jam. Menurut Dr. Steven Bailey, sepertiga dari kematian jantung tiba-tiba di Amerika Serikat ialah widowmaker heart attack, bebernya pada situs Men’s Health.

Obstructive sleep apnea

Dikenali bernama lain apnea tidur obstruktif, ini ialah masalah tidur di mana pernafasan berkali-kali stop waktu tidur. Pemicunya ialah obstruksi yang merintangi jalan napas. Umumnya, obstruksi disebabkan oleh otot kerongkongan yang lembek.

Waktu stop bernapas, pengidap apnea tidur obstruktif alami pengurangan kandungan oksigen pada darah secara mendadak. Kematian tiba-tiba dapat berlangsung saat sebelum korban sempat bangun.

Beberapa usaha untuk menangani apnea tidur obstruktif ialah turunkan berat tubuh (bila kelebihan), menghindar alkohol, tidur menyamping, tidak konsumsi obat tidur, sampai pembandinghan/operasi, situs Situs MD menerangkan.

Enterovirus D68

Yang paling akhir kemungkinan jarang-jarang kedengar di telinga kita. Enterovirus D68 adalah tipe enterovirus non-polio yang pertamanya kali dideteksi di tahun 1962 di California. Pada tahun 2014, ada kenaikan masalah dalam skala besar, hingga jadi concern banyak faksi.

Dikutip situs Daftar Verse, enterovirus D68 disampaikan mengakibatkan tanda-tanda penyakit pernafasan enteng sampai kronis, bahkan juga ada yang tiada tanda-tanda. Permasalahan pernafasan diikuti dengan suara mengi bersuara tinggi.

Kecuali permasalahan pernafasan, dihubungkan juga dengan infeksi sumsum tulang belakang dan kekurangan otot. Kematian tidak selamanya berlangsung, tapi pada beberapa masalah dapat membunuh seorang saat tidur.

Tetapi, tahukan kamu, rupanya ada banyak sikap tidur yang seharusnya dijauhi sebab bisa memunculkan imbas yang jelek untuk kesehatan. Status apa yah yang kurang lebih beresiko? Coba baca penuturannya berikut ini yok!

Status telungkup

Sikap tidur di mana perut menghadap kasur ini terhitung salah satunya sikap tidur yang nyaman. Tetapi, rupanya ini adalah sikap sewaktu kita tidur yang paling bahaya lho. Bukan hanya dapat mengakibatkan kerusakan pada tulang belakang, status ini bisa juga membuat leher lagi berputar-putar dan tubuh tertekan, hingga perputaran penapasan juga jadi jelek. Menurut riset, tidur dalam sikap ini bisa juga mengakibatkan kematian tiba-tiba lho. Duh, horor yah!

Status meringkuk

Tidur dalam sikap meringkuk, di mana kamu menekuk lutut ke dada berpengaruh jelek untuk kesehatan lho. Status ini bisa mengakibatkan sakit leher dan punggung. Tidur dengan sikap ini mengakibatkan kemelut pada punggung dan persendian, terlebih bila lutut dan dagu disembunyikan di dada. Jadi, jauhi status yang ini yah.

Sikap tidur mengusung satu kaki

Mengusung salah satunya kaki seharusnya kamu jauhi waktu tidur. Bukan hanya memunculkan merasa tidak nyaman, status ini bisa juga berpengaruh jelek pada tulang belakangmu.

Tidur dengan kepala semakin tinggi

Tidur dalam sikap yang semakin tinggi bisa mengakibatkan hyperflexion dan leher ketarik. Ini benar-benar beresiko sebab bentuk kepala di depan sudah bisa dibuktikan turunkan kemampuan paru-paru, kurangi konsumsi oksigen yang diperlukan beberapa sel badan. Ini dapat mengakibatkan penyakit asma, sleep apnea, dan penyakit kardiovaskular.

Sikap tidur menyamping

Tidur dalam sikap menyamping benar-benar nikmat, tetapi akan berpengaruh jelek bila dikerjakan kelamaan. Status ini akan memberi dampak negatif berbentuk penuaan karena gravitasi, yang mengakibatkan kulit muka kamu jadi cepat kerutan dan payudara jadi lembek. Kecuali itu, status ini dapat memunculkan merasa sakit pada pundak dan lengan sebab desakan pada saraf dan saluran darah tidak lancar.

Sikap tidur terlentang

Sesungguhnya, ini adalah salah satunya sikap tidur yang bagus. Tetapi, tidak untuk orang yang mempunyai rutinitas mengorok. Status ini akan mengakibatkan dampak gravitasi yang membuat pangkal lidah turun ke aliran pernapasan, hingga menghalangi jalannya udara dan memunculkan suara ngorok yang lebih keras.

Status bintang laut

Status ini tingkatkan peluang mengorok dan bisa memacu naiknya asam lambung. Ahli tidur pun tidak menyarankan letak lengan dalam status itu sebab desakan yang semakin besar pada bahu hingga pada akhirnya bisa memacu merasa sakit dan tidak nyaman.